RSUD Bali Mandara Evaluasi Capaian Mutu IGD Triwulan I Tahun 2026: Perkuat Integritas Dan Kualitas Layanan Gawat Darurat

DENPASAR – Dalam upaya menjaga konsistensi mutu pelayanan dan transparansi publik, RSUD Bali Mandara menggelar evaluasi kinerja Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk periode Triwulan I (Januari-Maret) tahun 2026 pada hari Rabu, 30 April 2026. Pertemuan ini merupakan bagian integral dari pembangunan Zona Integritas (ZI), di mana setiap data layanan dikaji secara akuntabel untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang optimal. Berdasarkan data yang dihimpun, kekuatan tenaga medis IGD saat ini didukung oleh 20 dokter dan 37 perawat, dengan puncak kunjungan tertinggi terjadi pada bulan Januari yang mencapai 1.598 pasien.

Sejalan dengan semangat BerAKHLAK dan motto CAKRA, khususnya poin Cepat dan Aman, IGD RSUD Bali Mandara mencatatkan capaian yang baik pada indikator mutu kunci. Kemampuan menangani kasus life saving serta waktu tanggap pelayanan dokter di bawah 5 menit tetap konsisten berada di angka 100%. Prestasi ini berbanding lurus dengan tingkat kepuasan pelanggan yang mencapai 89,44% pada bulan Maret, membuktikan bahwa komitmen terhadap pelayanan prima tetap menjadi prioritas utama meskipun berada di bawah tekanan situasi gawat darurat. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai organisasi telah terinternalisasi dengan baik dalam tugas sehari-hari para tenaga kesehatan di lapangan.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap tantangan medis masa depan, rumah sakit juga tengah menyiapkan proposal inovasi berupa program Mockup atau simulasi kasus klinis rutin bagi para dokter dan perawat. Program ini mencakup penanganan kasus krusial seperti Code Stroke, Code STEMI, dan manajemen trauma, yang dipandu langsung oleh Dokter Spesialis Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP). Selain peningkatan kompetensi teknis, langkah manajemen perubahan juga diwujudkan melalui perbaikan sarana fisik dan optimalisasi sistem IT untuk mempermudah alur kerja. Upaya kolektif ini dilakukan demi meminimalkan hambatan komunikasi dan teknis yang dapat mempengaruhi kecepatan pelayanan kepada pasien.
Dalam menutup rangkaian evaluasi tersebut, ditekankan kembali pentingnya kolaborasi antar unit untuk mengatasi tantangan operasional seperti pemenuhan rasio ideal tenaga medis dan ketersediaan alat kesehatan. Instansi terus berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan dan menjadikan setiap data evaluasi sebagai pijakan untuk berinovasi. Dengan menjaga integritas dan profesionalisme di garda terdepan, RSUD Bali Mandara optimis dapat terus meningkatkan standar pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bali, sekaligus memperkokoh langkah menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

Translate »
Skip to content