
Dalam rangka mempersiapkan pembukaan pelayanan kedokteran nuklir, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar melaksanakan kegiatan studi banding guna memperkuat kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta tata kelola layanan.
Kegiatan studi banding ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan kedokteran nuklir yang komprehensif, aman, dan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan modern. Melalui kegiatan ini, tim RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah berkesempatan untuk mempelajari secara langsung praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan pelayanan kedokteran nuklir, mulai dari aspek klinis, keselamatan radiasi, hingga manajemen operasional layanan. Kegiatan ini diterima oleh Kade Iman Darmawan,S.Kep.,Ns.,M.Kep selaku Kepala Bidang Keperawatan RSUD Bali Mandara beserta manajemen dan tim Kedokteran Nuklir.
Rozi Irhas,S.Si selaku Fisikawan Medis Ahli Pertama RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah menyampaikan bahwa pengembangan layanan kedokteran nuklir merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam diagnosis dan terapi penyakit kompleks seperti kanker dan gangguan metabolik.“Pelayanan kedokteran nuklir menjadi salah satu layanan unggulan baru yang sedang disiapkan oleh rumah sakit yang sangat penting dalam mendukung deteksi dini serta terapi berbagai penyakit. Oleh karena itu, persiapannya harus dilakukan secara matang, baik dari sisi SDM, teknologi, maupun sistem pendukung lainnya,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya studi banding ini, diharapkan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar dapat segera menghadirkan layanan kedokteran nuklir yang berkualitas, sehingga masyarakat Bali dan sekitarnya tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan tersebut.Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan akses layanan kesehatan berteknologi tinggi di wilayah Bali, serta mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang berfokus pada pelayanan yang lebih maju, merata, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
