
DENPASAR – RS Bali Mandara (RSBM) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Wellness” sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam pengembangan pelayanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Kegiatan yang berlangsung di ruang LOKA pada HARI JUMAT, 5 JUNI 2026 tersebut dihadiri oleh sekitar 80 peserta ( LURING DAN DARING) yang terdiri atas unsur” Penyelenggara Layanan, Pengguna Layanan, Stakeholders Pelayanan Publik, Ahli/Praktisi, Organisasi Masyarakat Sipil, Media Massa”.
Direktur RS Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Dharma Jaya, M.Kes, mengatakan Forum Konsultasi Publik merupakan salah satu bentuk implementasi keterbukaan informasi dan komitmen rumah sakit dalam membangun pelayanan kesehatan yang partisipatif melalui pelibatan masyarakat secara langsung.
“Forum Konsultasi Publik ini merupakan wadah untuk menyerap aspirasi, masukan, dan harapan masyarakat terhadap pelayanan yang kami berikan. Rumah sakit tidak dapat berkembang sendiri tanpa dukungan dan umpan balik dari para pengguna layanan serta pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, tema Wellness dipilih karena sejalan dengan paradigma pelayanan kesehatan modern yang tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit (curative care), tetapi juga pada upaya promotif dan preventif guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Ia menjelaskan, konsep wellness menekankan pentingnya keseimbangan kesehatan fisik, mental, sosial, dan lingkungan sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif.
“Rumah sakit saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berobat ketika sakit, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan, promosi perilaku hidup sehat, serta pendampingan masyarakat dalam menjaga kesehatannya secara berkelanjutan,” katanya.
Dalam forum tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan terkait kualitas pelayanan, aksesibilitas layanan, kenyamanan fasilitas, sistem informasi, keselamatan pasien, hingga pengembangan program kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam diskusi antara lain pengembangan wellness di rumah sakit, kecepatan pemberian layanan, dan kemudahan dalam menerima layanan. Selain itu, peserta juga menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait peningkatan mutu pelayanan dan penguatan program promotif serta preventif di lingkungan rumah sakit.
Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali yang dalam kesempatan ini diwakilkan, kepala perangkat desa di sekitar wilayah rumah sakit, dan pimpinan organisasi masyarakar sipil, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik sebagai sarana komunikasi dua arah antara penyelenggara layanan kesehatan dengan masyarakat.
“Forum seperti ini sangat penting karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses evaluasi dan pengembangan pelayanan kesehatan. Masukan yang diberikan dapat menjadi dasar bagi rumah sakit untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan peserta, ahli/praktisi, berharap hasil forum tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan.
“Kami berharap setiap masukan yang disampaikan dapat menjadi perhatian bersama sehingga pelayanan kesehatan semakin mudah diakses, cepat, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik ini, RS Bali Mandara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pendekatan yang berpusat pada pasien (patient centered care), penguatan budaya keselamatan pasien, serta pengembangan layanan yang mendukung terciptanya masyarakat sehat sesuai konsep wellness.
Hasil Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan penyusunan rencana tindak lanjut dalam rangka peningkatan mutu pelayanan, pengembangan inovasi layanan, serta penyempurnaan kebijakan yang berorientasi pada kepuasan dan keselamatan pasien.
