DENPASAR – Direktur beserta jajaran Manajemen dan Tim Surveilans Sentinel Penyakit Infeksi Emergensi (PIE) RSUD Bali Mandara yg diketuai Dr.dr Manik Saputra, Sp.MK menerima kunjungan kerja dari Tim Kementerian Kesehatan RI yg didampingi Bidang P2PM Diskes Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Koordinasi Peningkatan kewaspadaan dan deteksi penyakit potensial KLB di Provinsi Bali. Kegiatan juga menguatkan sistem deteksi dini dan pemantauan kasus penyakit infeksi emerging seperti MERS-Cov, virus Hanta, legionellosis dan Zika. Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan, kunjungan ini berfokus pada pengaktifan peran rumah sakit sentinel agar lebih aktif dalam melacak dan memeriksa kasus-kasus klinis dengan gejala mencurigakan, seperti sindrom ruam dan demam.
Dalam diskusi teknis tersebut, tim medis surveilans PIE RSBM menyampaikan bahwa kendala utama dalam penegakan diagnosis lapangan adalah kemiripan gejala klinis Zika dengan arbovirus lainnya.
Walaupun pengiriman sampel dan efisiensi waktu pemeriksaan metagenomik masih menjadi tantangan logistik, RSUD Bali Mandara telah mengoptimalkan kesiapan fasilitas laboratorium dengan memanfaatkan teknologi Real-Time PCR multi-panel yg dimiliki RSBM. Langkah ini memperkuat kapasitas rumah sakit untuk membedakan serta mendeteksi berbagai jenis sampel virus secara akurat. Di saat yang sama, Direktur RSUD Bali Mandara juga menekankan pentingnya kepastian regulasi pembiayaan, penetapan basis tarif, serta alur klaim dari Kementerian Kesehatan. Kejelasan skema pembiayaan dan pemantapan arahan dari Dinas Kesehatan ini dinilai vital untuk meningkatkan kepercayaan diri para klinisi dalam melakukan skrining lebih efektif, sehingga penemuan kasus, pemeriksaan laboratorium, hingga penanganan pasien dapat berjalan optimal tanpa memicu kekhawatiran yang berdampak pada travel warning.
