Amandel Anak Membesar: Normal atau Bahaya? Yuk, Cek Faktanya!

Amandel Anak Membesar: Normal atau Bahaya? Yuk, Cek Faktanya!

Pernahkah Sobat Sehat melihat ke dalam mulut si kecil dan kaget melihat ada dua bakso kecil di kanan-kiri tenggorokannya? Tenang, jangan panik dulu! Mari kita kupas tuntas rahasia di balik “si penjaga gerbang” tubuh anak ini.

Amandel merupakan “Si Satpam Tenggorokan”. Bayangkan tenggorokan anak adalah gerbang utama. Di sana ada dua satpam setia bernama Amandel dan Adenoid. Tugas mereka adalah menangkap kuman (virus dan bakteri) agar tidak masuk lebih jauh ke paru-paru atau perut. Faktanya, amandel anak memang sedang “semangat-semangatnya” bekerja di usia 5–15 tahun. Di usia sekitar 10 tahun, ukuran amandel anak bahkan bisa dua kali lipat ukuran amandel orang dewasa. Jadi, amandel besar pada anak itu sebenarnya normal, bukan berarti harus langsung dioperasi.

Amandel yang meradang disebut Tonsilitis. Saat si kecil kena flu (selesma), amandelnya otomatis ikut bekerja keras dan meradang. Tandanya amandel menjadi merah, nyeri, dan membengkak. Akan tetapi, kalau flunya sembuh, amandel biasanya akan mengecil kembali ke ukuran semula.

Pemicu terjadinya tonsillitis meliputi :
  • Kuman: bisa virus atau bakteri jahat (seperti Streptococcus).
  • Gaya hidup: hobi makan gorengan, camilan penuh penyedap rasa (MSG), pengawet, atau minuman yang kurang bersih.
  • Kebersihan mulut: sisa makanan yang terselip di gigi bisa jadi sarang bakteri yang menyerang amandel.
Amandel harus dioperasi saat kondisi tertentu. Ukuran besar saja bukan alasan amandel harus diangkat. Dokter biasanya baru menyarankan operasi jika ada dua kondisi serius ini:
  • Gangguan napas (OSAS): anak mendengkur keras (lebih dari 3 hari seminggu), sering terlihat seperti berhenti napas sejenak lalu gelagapan saat tidur, atau sering mengantuk berat di sekolah.
  • Radang super sering: bukan sekadar flu biasa, tapi radang amandel berat (demam tinggi, amandel merah menyala, ada bercak putih) yang terjadi:
    • 7 kali dalam setahun terakhir, ATAU
    • 5 kali setahun selama 2 tahun berturut-turut, ATAU
    • 3 kali setahun selama 3 tahun berturut-turut.

Apabila Sobat Sehat atau si kecil mengalami gejala yang mengarah ke radang amandel, yuk jangan ragu untuk bertemu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis THT kami di RSUD Bali Mandara. Salam sehat!

Sumber :

https://www.kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/166563766463479d207c7cc8.31859443.pdf

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/amandel-besar-pada-anak-apakah-perlu-dioperasi

https://sardjito.co.id/2022/05/27/mengenal-radang-amandel-tonsilitis-pada-anak/

Translate »
Skip to content