PENTINGNYA AKTIVITAS FISIK

Tahukah anda bahwa setiap tanggal 6 april merupakan peringatan Hari Aktivitas Fisik Sedunia? Mengapa aktivitas fisik begitu penting hingga ada hari peringatannya?

Sumber www.p2ptm.kemkes.go.id

Rutin olahraga dan melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah salah satu fondasi dari gaya hidup sehat. Meski demikian, banyak orang yang masih mengartikan aktivitas fisik sebagai olahraga berat penuh siksaan. Padahal, belum tentu! Aktivitas fisik tidak melulu harus dilakukan di gelanggang olahraga atau di pusat kebugaran. Anda bahkan bisa melakukan aktivitas ini di rumah. Sebut saja dengan membersihkan rumah. Yang penting, lakukan dalam jangka waktu tertentu, mengeluarkan energi, dan menggerakkan otot anda. Kelihatannya mungkin sederhana. Tapi manfaatnya bisa luar biasa.

Aktivitas fisik yang teratur atau olahraga ringan sampai sedang yang rutin dan teratur serta berkelanjutan adalah salah satu hal paling penting yang dapat dilakukan dengan mudah untuk memperoleh berbagai manfaat bagi kesehatan. Salah satu penyebab utama dari penyakit tidak menular (PTM) adalah kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan. PTM yang masih menjadi hantu di Indonesia seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan juga stroke. Padahal penyakit tersebut sebenarnya bisa dikurangi resikonya dengan banyak melakukan aktivitas fisik dalam kehidupan harian Anda.

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga/energi dan pembakaran energi. Aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan latihan fisik atau olah raga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu. Melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu pilar dan pedoman dari Gizi Seimbang.

Ada 3 tipe aktivitas fisik yaitu :

  • Aktivitas ringan : Dapat dilakukan selama kurang dari 150 menit per minggu. Berbagai bentuk aktivitas yang bisa dilakukan meliputi mencuci piring, memasak, memancing, dan sebagainya.
  • Aktivitas sedang : Dapat dilakukan sekitar 150 menit setiap minggunya. Bentuk aktivitas yang dapat dilakukan seperti naik turun tangga, bersepeda, berkebun, dan lain- lain .
  • Aktivitas berat : Jenis aktivitas fisik ini dapat dilakukan lebih dari 300 menit per minggu. Beberapa bentuk aktivitas yang dapat dilakukan meliputi sepak bola, mencangkul, naik gunung, berenang, jogging, dan lainnya.

Untuk mendapatkan hasil dari aktivitas fisik yang lebih maksimal direkomendasikan untuk melakukannya dengan prinsip BBTT yaitu Baik, Benar, Terukur, dan Teratur. Baik adalah melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya, benar adalah aktivitas yang dilakukan secara bertahap mulai dari pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan atau peregangan, terukur adalah aktivitas fisik yang diukur intensitas dan juga waktunya, dan yang terakhir adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur sebanyak 3-5 kali dalam seminggu.

Manfaat Aktivitas Fisik

Beberapa manfaat kesehatan dari aktivitas fisik dapat segera diperoleh, seperti mengurangi perasaan cemas, mengurangi tekanan darah, dan meningkatkan kualitas tidur, beberapa aspek fungsi kognitif, dan sensitivitas insulin.

Manfaat lainnya adalah seperti peningkatan kebugaran kardiorespirasi, peningkatan kekuatan otot, penurunan gejala depresi, dan penurunan tekanan darah yang berkelanjutan; namun hal ini memerlukan beberapa minggu atau bulan dalam melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik juga dapat memperlambat atau menunda perkembangan penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes tipe 2; bahkan resiko kanker.  Aktivitas fisik yang terprogram juga dapat mengendalikan berat badan dan mengatasi obesitas.

Manfaat Aktivitas Fisik Bagi Anak-anak dan Remaja

  • Peningkatan kesehatan tulang (usia 3 hingga 17 tahun)
  • Peningkatan status berat badan (usia 3 hingga 17 tahun)
  • Peningkatan kebugaran kardiorespirasi dan otot (usia 6 hingga 17 tahun)
  • Peningkatan kesehatan kardiometabolik (usia 6 hingga 17 tahun)
  • Peningkatan kognisi (usia 6 hingga 13 tahun)
  • Mengurangi risiko depresi (usia 6 hingga 13 tahun)

Manfaat Aktivitas Fisik Dewasa dan Dewasa Lansia

  • Risiko lebih rendah dari semua penyebab kematian
  • Risiko lebih rendah dari kematian akibat penyakit kardiovaskular
  • Risiko lebih rendah dari penyakit kardiovaskular (termasuk jantung) penyakit dan stroke)
  • Menurunkan risiko hipertensi
  • Menurunkan risiko diabetes tipe 2
  • Menurunkan risiko profil lipid darah yang merugikan
  • Menurunkan risiko kanker kandung kemih, payudara, usus besar, endometrium, kerongkongan, ginjal, paru-paru, dan perut
  • Peningkatan kognisi
  • Mengurangi risiko demensia (termasuk penyakit Alzheimer)
  • Meningkatkan kualitas hidup
  • Mengurangi kecemasan
  • Mengurangi risiko depresi
  • Meningkatkan tidur
  • Menambah atau mengurangi kenaikan berat badan
  • Penurunan berat badan, terutama bila dikombinasikan dengan mengurangi asupan kalori
  • Pencegahan kenaikan berat badan kembali setelah penurunan berat badan awal
  • Peningkatan kesehatan tulang
  • Peningkatan fungsi fisik
  • Risiko jatuh yang lebih rendah (orang dewasa yang lebih tua)
  • Risiko cedera yang terkait dengan jatuh yang lebih rendah (dewasa yang lebih tua)

Manfaat Aktivitas Fisik Menurut Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan RI juga mensosialisasikan perihal Manfaat Aktivitas Fisik bagi Kesehatan kepada masyarakat; dan dikelompokkan menjadi 2 jenis; yaitu

Manfaat Pertama :

  1. Mengurangi Kecemasan
  2. Mengendalikan Stress.
  3. Meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh.
  4. Mengendalikan kadar kolesterol.
  5. Memperbaiki kelenturan sendi dan kekuatan otot

Manfaat Kedua :

  1. Mengendalikan Berat Badan
  2. Mengendalikan Tekanan Darah
  3. Menurunkan resiko keropos tulang (osteoporosis) pada wanita.
  4. Mencegah Diabetes Melitus atau Kencing Manis
  5. Memperbaiki Postur Tubuh.

Aktivitas fisik tidak memandang umur. Berapa pun usia Anda saat ini, tetap banyak pilihan aktivitas fisik dan latihan yang bisa dilakukan dengan rutin, demi tubuh yang sehat dan bugar. Lalu pertanyaannya, seperti apa aktivitas fisik yang tepat itu? Sebenarnya Anda yang paling tahu. Nah, agar terhindar dari risiko cidera, Anda tentu saja harus memperhatikan kondisi dan kemampuan. Lakukanlah aktivitas secara bertahap, diawali dengan pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan. Aktivitas yang Anda lakukan tentu saja harus terukur waktu dan intensitasnya. Agar mendapatkan manfaat kesehatan, Anda disarankan untuk melakukan aktivitas tipe sedang, seperti membersihkan rumah, menari, dan berkebun. Aktivitas ini dapat Anda lakukan selama 150 menit setiap minggunya.

Jadi, aktivitas apa yang ingin Anda lakukan hari ini?

SELAMAT BERAKTIVITAS, SALAM SEHAT !!!