Penyakit Demam Berdarah Dengue

Musim hujan masih berlangsung di Bali. Beberapa wilayah di Bali bahkan sempat terendam banjir. Saat air surut pun masih banyak air yang tergenang terutama pada barang-barang bekas seperti ember, mainan anak, ban bekas, kaleng, botol, dan lainnya. Hal yang terlihat kecil seperti ini bisa menimbulkan berbagai akibat dalam masalah kesehatan. Apa hubungannya? Tentu saja karena barang tergenang air tersebut dapat menjadi tempat perindukan nyamuk atau sarang nyamuk terutama nyamuk jenis Aedes Aegypti yang menularkan Penyakit Demam Berdarah Dengue.

Apa itu Penyakit Demam Berdarah Dengue? Penyakit DBD ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Dengue dan ditularkan oleh Nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini dapat menimbulkan wabah dan sering menyebabkan kematian jika terlambat ditangani. Obat khusus penyakit ini belum ada, sehingga cara pencegahan yang paling efektif adalah dengan menekan jumlah populasi penyebar virus ini yaitu Nyamuk Aedes Aegypti.

Beberapa gejala penyakit Demam Berdarah Dengue adalah :

  • Demam tinggi hingga mencapai 40° C.
  • Demam mendadak  yang berlangsung 2 hingga 7 hari .
  • Nyeri pada otot, tulang, dan sendi.
  • Nyeri pada bagian belakang mata.
  • Nafsu makan menurun.
  • Nyeri kepala berat.
  • Mual dan muntah .
  • Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam.
  • Pendarahan dari hidung, gusi, dan dibawah kulit.

Komplikasi Demam Berdarah

Jika penyakit demam berdarah terlambat ditangani maka akan berakibat fatal. Komplikasi demam berdarah atau Dengue Shock Syndrome (DDS) dapat berupa :

  • Tanda pendarahan seperti muntah hitam, gusi berdarah, feses kehitaman atau berdarah.
  • Tekanan darah menurun.
  • Denyut nadi melemah.
  • Kulit basah dan dingin.
  • Sesak nafas atau nafas tidak beraturan.

Gejala tersebut apabila tidak cepat tertangani maka akan berakibat gangguan fungsi organ tubuh dan berujung pada kematian.

Pengobatan Demam Berdarah

Obat spesifik untuk penyakit ini belum ada. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengatasi berbagai gejala yang muncul dan mencegah infeksi virus semakin berat. Beberapa upaya yang dilakukan adalah :

  • Banyak minum air.
  • Istirahat.
  • Konsumsi obat penurun panas yang dianjurkan Dokter.
  • Menghindari konsumsi obat pereda nyeri karena dapat menimbulkan komplikasi pendarahan.
  • Memantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar.

Pencegahan

Pencegahan selalu lebih baik dilakukan sebelum segala sesuatu yang negatif terjadi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini. Oleh karena vector penyakit ini adalah nyamuk maka kita perlu mengendalikan populasi nyamuk di lingkungan kita. Salah satu cara nya adalah dengan PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M + seperti :

  • Menguras dan menggosok bak mandi, bagi yang mempunyai bak mandi di Rumah sebaiknya dikuras minimal seminggu sekali. Pengurasan dilakukan bukan hanya mengganti air dalam bak saja, namun juga menggosok atau menyikat dinding bagian dalam bak mandi. Hal ini bertujuan agar telur nyamuk yang menempel pada dinding bak mandi terlepas dan terbuang bersama air dalam bak.
  • Menutup tempat penapungan air seperti ember, tempayan, tempat tirta, pipa lubang penjor, atau lubang pohon dan lainnya agar nyamuk tidak masuk dan bertelur di dalamnya.
  • Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas seperti mainan rusak, botol, kaleng, ban bekas dan lainnya.

Kegiatan + / plus disini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan 3M diatas. Kegiatan tersebut antara lain :

  • Memelihara ikan pemakan jentik pada pot yang menampung air seperti ikan cupang, kepala timah, ikan mas, dan lainnya
  • Menghindari gigitan nyamuk dengan memakai lotion anti nyamuk, obat nyamuk bakar, tidur memakai kelambu, obat nyamuk semprot, dan elektrik.
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi Rumah.
  • Gotong Royong memberihkan Lingkungan Tempat Tinggal.
  • Memantau keberadaan jentik nyamuk di tempat penampungan air.
  • Jika ada jentik segera dibuang airnya, jika tidak memungkinkan maka taburkan larvasida.
  • Tidak menggantung pakaian bekas pakai di belakang pintu karena nyamuk suka hinggap pada pakaian yang beraroma keringat manusia. Sebaiknya meletakkan pakaian bekas pakai di Wadah Tertutup.
  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
  • Menanam tanaman dengan aroma yang dapat dapat mengusir nyamuk,seperti serai, geranium, lavender, dan zodiac.