RSUD Bali Mandara Sambut 8 Dokter Internship: Tegaskan Komitmen Pelayanan yang Prioritaskan Patient Safety dan Budaya Kerja Profesional serta Bebas Perundungan

DENPASAR – Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) Tanggal 28 Mei 2026 secara resmi menerima kedatangan 8 orang dokter internship (iship) baru yang akan menjalani masa wahana klinis selama enam bulan ke depan. Sebelum melangkah ke lingkungan rumah sakit, kedelapan dokter muda ini telah menyelesaikan fase penugasan pertama mereka selama 6 bulan di Puskesmas. Di RSBM, fokus utama penugasan mereka akan ditempatkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mengasah ketajaman klinis dalam penanganan kasus kegawatdaruratan.
Acara penerimaan dan pengarahan yang berlangsung di ruang pertemuan RSBM ini dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Administrasi, Sumber Daya, dan Pendidikan (ASD), dr. Ni Nyoman Tri Darmayanti, MARS, serta Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr. I Wayan Eka Putra, M.Kes. Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua Tim Kerja Layanan IGD dan Tindakan Medik, bidang Kepegawaian, Komite Medik, Kepala Instalasi IGD, serta Dokter Pendamping Iship RSBM yang akan mengawal langsung proses klinis para peserta di lapangan.
Dalam arahannya, Wakil Direktur ASD, dr. Tri Darmayanti, menekankan pentingnya masa internship sebagai jembatan penting untuk membentuk karakter dokter yang tangguh dan profesional. Namun, di tengah sorotan nasional mengenai dinamika dunia internship saat ini, beliau memberikan perhatian dan ketegasan khusus mengenai isu perundungan (bullying).
“Kami di jajaran manajemen RSBM menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk perundungan, baik itu kekerasan verbal, fisik, psikologis, maupun eksploitasi non-akademis. Rumah sakit ini harus menjadi lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bermartabat. Tegas dalam menegakkan kedisiplinan dan keselamatan pasien itu wajib, tetapi perundungan sama sekali tidak memiliki tempat di sini,” tegas dr. Tri Darmayanti. Beliau juga menambahkan bahwa manajemen telah menyediakan jalur pelaporan resmi yang aman dan rahasia bagi para dokter iship.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr. I Wayan Eka Putra mengingatkan para dokter muda untuk selalu menomorsatukan keselamatan pasien (patient safety) di atas segalanya.”Sebagai dokter internship, pahami batasan kewenangan klinis Anda dengan jelas. Jangan pernah ragu untuk bertanya atau segera melapor kepada dokter pendamping, dokter ruangan senior, ataupun Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) jika menghadapi kasus yang kompleks atau kondisi pasien yang memburuk,” ujar dr. I Wayan Eka Putra secara singkat. Beliau juga berpesan agar tertib dalam pengisian rekam medis dan selalu mengutamakan diskusi internal di rumah sakit jika menemui kendala dalam pelayanan.
Melalui sinergi orientasi dari jajaran manajemen, tim kerja, dan dokter pendamping ini, RSBM berharap ke-8 dokter internship dapat memaksimalkan proses belajar mereka dengan aman, menjaga kesehatan mental (well-being), serta berkontribusi nyata dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan yang prima bagi masyarakat.

Translate »
Skip to content