Waspada Hepatitis A di Sekitar Kita: Bagaimana Makanan Sehari-hari Bisa Menjadi Sumber Penularan?
Waspada Hepatitis A di Sekitar Kita: Bagaimana Makanan Sehari-hari Bisa Menjadi Sumber Penularan?
Oleh : Indrawati Morriz

Pernahkah Anda mendengar istilah "penyakit kuning"? Di masyarakat kita, kondisi ini sering kali merujuk pada infeksi Hepatitis A. Berbeda dengan Hepatitis B atau C yang menular melalui darah dan cairan tubuh, Hepatitis A sangat erat kaitannya dengan apa yang kita konsumsi sehari-hari.
Sebagai organ yang vital bagi metabolisme, hati memiliki fungsi penting mulai dari menawarkan racun, menghasilkan empedu, mengurai zat, hingga mengaktifkan enzim tubuh. Oleh karena itu, gangguan seperti hepatitis yaitu peradangan atau pembengkakan pada hati menjadi sangat berbahaya. Selain dapat menular dengan mudah, penyakit ini juga bisa merusak fungsi metabolisme dan mengganggu kinerja organ tubuh lainnya.
Pada awalnya, hepatitis tidak menunjukkan gejala hingga terjadi kerusakan pada tubuh yang mempengaruhi fungsi hati. Jika seseorang tidak sengaja mengonsumsi makanan yang tercemar, gejala biasanya baru akan muncul dalam waktu 15–50 hari (masa inkubasi). Beberapa gejala khas Hepatitis A meliputi:
- Demam ringan dan badan terasa sangat lemas ( fatigue ).
- Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan secara drastis.
- Nyeri di perut bagian kanan atas (lokasi organ hati).
- Gejala Klasik: Urine berwarna pekat seperti air teh dan bagian putih mata (sklera) serta kulit berubah menjadi kuning.
Penyakit yang menyerang organ hati ini sering kali memicu kejadian luar biasa (KLB) di lingkungan sekolah, perkantoran, hingga lingkungan rumah tangga. Mengapa penyakit ini begitu mudah menular lewat makanan? Mari kita pahami jalurnya agar kita bisa melindungi keluarga dengan tepat.
Virus Hepatitis A (HAV) menular melalui jalur yang dalam dunia medis disebut fecal-oral (kotoran ke mulut). Artinya, virus yang keluar melalui tinja/kotoran orang yang terinfeksi, secara tidak sengaja masuk ke dalam mulut orang lain melalui makanan, minuman, atau benda yang telah tercemar.
Di lingkungan sehari-hari, kontaminasi ini biasanya terjadi karena dua hal utama:
- Higienitas yang Buruk: Pengolah atau penjual makanan tidak mencuci tangan dengan bersih setelah dari toilet, lalu langsung menyentuh makanan yang disajikan.
- Sanitasi Lingkungan yang Rendah: Sumber air bersih yang digunakan untuk mencuci piring atau mengolah makanan tercemar oleh limbah pembuangan yang mengandung virus.
Di sekitar kita, ada beberapa titik kritis di mana makanan dan minuman bisa menjadi perantara virus Hepatitis A. 4 Sumber Penularan Hepatitis A di Lingkungan Sehari-hari :
1. Jajanan Pinggir Jalan yang Terbuka
- Kondisinya: Makanan yang dijajakan di tempat terbuka tanpa penutup, atau pedagang yang melayani pembeli sekaligus memegang uang tunai tanpa mencuci tangan atau menggunakan penjepit makanan.
- Alasan Penularan: Uang tunai dan peralatan makan yang dicuci dengan air seadanya (dalam ember yang jarang diganti) menjadi media yang sangat subur bagi perpindahan virus Hepatitis A dari satu tangan ke tangan lainnya.
2. Es Batu dari Air Mentah
- Kondisinya: Minuman dingin atau es campur yang menggunakan es balok curah non-kemasan.
- Alasan Penularan: Banyak es balok di pasaran yang diproduksi menggunakan air mentah yang belum disterilisasi. Virus Hepatitis A adalah virus yang cukup tangguh; mereka tidak mati meskipun dibekukan menjadi es. Ketika es mencair di dalam minuman Anda, virus tersebut kembali aktif dan siap menginfeksi.
3. Makanan Laut (Seafood) Mentah atau Kurang Matang
- Kondisinya: Mengonsumsi kerang, tiram, atau kepiting yang dimasak setengah matang.
- Alasan Penularan: Kerang hidup dengan cara menyaring air di habitatnya. Jika perairan tersebut tercemar limbah rumah tangga, virus Hepatitis A akan mengendap dan terkonsentrasi di dalam daging kerang. Jika tidak dimasak dengan suhu panas yang tinggi hingga matang sempurna, virus di dalam kerang tidak akan mati.
4. Buah dan Sayuran yang Dicuci Seadanya
- Kondisinya: Lalapan segar, salad, atau buah potong yang dibeli di pinggir jalan.
- Alasan Penularan: Sayuran dan buah sering kali ditanam menggunakan air irigasi yang rentan tercemar. Jika saat disajikan sayuran tersebut tidak dicuci di bawah air mengalir yang bersih, sisa-sisa virus yang menempel pada kulit buah atau lipatan daun akan langsung masuk ke tubuh saat dikonsumsi secara mentah.
Hepatitis A adalah penyakit yang bisa dicegah secara total ( Siregar dkk, 2021). Berikut adalah langkah proteksi mandiri yang bisa kita terapkan mulai hari ini:
- Budayakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS): Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum makan, sebelum mengolah makanan, dan setelah keluar dari toilet.
- Prinsip Masak Matang: Pastikan air minum selalu dimasak hingga mendidih (100°C) dan makanan terutama seafood dimasak hingga benar-benar matang sempurna.
- Pilih Tempat Makan yang Higienis: Perhatikan cara penyajian makanan di luar rumah. Hindari tempat makan yang sumber air bersihnya terlihat terbatas atau tidak higienis.
- Benteng Terbaik (Vaksinasi): Melakukan vaksinasi Hepatitis A (biasanya diberikan dalam 2 dosis) adalah perlindungan paling efektif dan jangka panjang dari risiko penularan di lingkungan sosial kita.
Hepatitis A bukanlah penyakit yang muncul tanpa sebab, melainkan cerminan dari tingkat kebersihan makanan dan lingkungan kita. Dengan lebih selektif memilih makanan dan menjaga kebersihan tangan, kita sudah mengambil langkah besar untuk menjaga kesehatan hati kita dan orang-orang tercinta di sekitar kita.
Daftar Pustaka
Budiman, A., & Kusnoputranto, H. (2020). Kualitas mikrobiologi air bersih dan hubungannya dengan insidensi Hepatitis A di pemukiman padat penduduk. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia , 19(2), 112-119
Devi, S., & Rahayu, W. P. (2022). Higienitas penjamah makanan ( food handlers ) dan kontaminasi viral pada kantin sekolah. Jurnal Mutu Pangan , 9(2), 78-85
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, 21 Agustus). Pentingnya pencegahan hepatitis di hari hepatitis sedunia 2024 . Ayo Sehat Kemkes. https://ayosehat.kemkes.go.id/hari-hepatitis-sedunia-2024
Siregar, F. A., & Makmur, T. (2021). Analisis faktor risiko lingkungan dan perilaku terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas , 6(1), 45-52.