Â
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia. Meski sering dikaitkan dengan usia lanjut, kenyataannya PJK kini juga menyerang usia produktif akibat gaya hidup tidak sehat.
Sumber foto (https://rsjrw.id/)
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah koroner  yang bertugas menyuplai darah kaya oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan atau sumbatan akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Plak ini terdiri dari kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lain yang menempel di dinding arteri. Akibat penyempitan ini, aliran darah ke jantung menjadi terbatas atau bahkan terhenti, menyebabkan jantung kekurangan oksigen. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berujung pada serangan jantung yang mengancam jiwa.
Sumber foto (https://royalprogress.com/)
Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Penyebab utama PJK adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di dinding arteri koroner. Plak ini terbentuk perlahan-lahan dan bisa mulai sejak usia muda. Penyebab lain yang mendukung terbentuknya aterosklerosis antara lain:
Sumber foto (https://oxygenofficepro.com/)
Pengobatan Penyakit Jantung Koroner
Pengobatan PJK tergantung pada tingkat keparahannya. Tujuan utama pengobatan adalah mengembalikan aliran darah ke jantung, mengontrol gejala, dan mencegah komplikasi.
Sumber foto (https://rsjrw.id/)
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah koroner  yang bertugas menyuplai darah kaya oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan atau sumbatan akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Plak ini terdiri dari kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lain yang menempel di dinding arteri. Akibat penyempitan ini, aliran darah ke jantung menjadi terbatas atau bahkan terhenti, menyebabkan jantung kekurangan oksigen. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berujung pada serangan jantung yang mengancam jiwa.
Sumber foto (https://royalprogress.com/)
Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Penyebab utama PJK adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di dinding arteri koroner. Plak ini terbentuk perlahan-lahan dan bisa mulai sejak usia muda. Penyebab lain yang mendukung terbentuknya aterosklerosis antara lain:
- Kadar kolesterol tinggi (terutama LDL)
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Gula darah tinggi atau diabetes
- Peradangan kronis di tubuh
- Nyeri dada (angina). Rasa nyeri, tertekan, atau berat di dada, bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
- Sesak napas. Terjadi karena jantung tidak cukup kuat memompa darah, menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru.
- Cepat lelah. Aktivitas ringan pun bisa membuat tubuh cepat lelah karena suplai oksigen tidak optimal.
- Detak jantung tidak teratur
- Mual, pusing, dan berkeringat dingin. Terutama pada wanita, gejala ini bisa muncul tanpa nyeri dada.
- Merokok
- Pola makan tidak sehat (tinggi lemak, garam, gula)
- Kurang aktivitas fisik
- Obesitas
- Diabetes tipe 2
- Hipertensi
- Stres berkepanjangan
- Usia (risiko meningkat setelah usia 45 pada pria dan 55 pada wanita)
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
- Jenis kelamin (pria lebih berisiko di usia muda)
- Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
- Berhenti merokok
- Konsumsi makanan sehat
- Rutin berolahraga
- Kendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol
- Kelola stres dengan baik
- Tidur cukup dan berkualitas
Sumber foto (https://oxygenofficepro.com/)
Pengobatan Penyakit Jantung Koroner
Pengobatan PJK tergantung pada tingkat keparahannya. Tujuan utama pengobatan adalah mengembalikan aliran darah ke jantung, mengontrol gejala, dan mencegah komplikasi.
- Perubahan gaya hidup
- Obat-obatan
- Tindakan medis lanjutan: Pemeriksaan dan Tindakan di Cath Lab
- Angiografi Koroner
- Angioplasti
- Prosedur membuka pembuluh darah yang menyempit dengan balon kecil.
- Pemasangan stent
- Ring logam kecil yang ditempatkan di pembuluh darah untuk menjaga agar tetap terbuka.
- Gejala nyeri dada semakin sering dan berat
- Hasil pemeriksaan EKG atau treadmill menunjukkan gangguan aliran darah
- Pasien mengalami serangan jantung akut
- Tidak ada respon terhadap pengobatan standar