Persiapan
- Nyalakan semua saklar pada stop kontak tempat masing - masing unit (X- ray, shock wave generator, USG, dan meja )
- Tekan tombol ON/OFF pada masing -masing unit (X-ray, therapy source, USG, dan meja), tunggu kira – kira 5 menit untuk pemanasan mesin
- Pastikan tidak ada gelembung udara di dalam kepala generator (treatment head) ESWL, jika terdapat gelembung udara tekan tombol sirkulasi pada remote control di shock wave generator maka alat bekerja secara otomatis untuk membuang gelembung udara tersebut.
- Pastikan tidak ada pesan ERROR pada masing - masing unit, jika ada pesan ERROR pada salah satu unit maka catat ERROR kemudian laporkan kepada bagian teknik elektromedik rumah sakit atau telepon bagian teknik surgika medika.
- Lakukan pemeriksaan target fokus menggunakan X-ray unit dengan menggunakan alat kalibrasi yang dipasangkan di therapy source.
Prosedur Pengecekkan Fokus
- Pasang alat kalibrasi pada kepala generator unit dengan menekan pengunci diketiga tangkainya.
- Posisikan X-ray C–arm pada posisi vertikal (di tengah - tengah), lakukan X- ray sehingga didapatkan gambar target di tengah garis fokus.
- Gerakkan C-arm sehingga didapat gambar telah tepat di titik focus.
- Miringkan C-arm 30° kemudian ekspose
- Lakukan X-ray, cari titik fokus dengan menggerakkan C-arm menggunakantombol pada panel control pada C-arm
- Kembalikan posisi C-arm pada posisi vertikal
- ESWL siap digunakan pasien.
Proses Penembakan Batu Ginjal dan Saluran Kemih
- Posisikan X-ray C-arm pada posisi 0°
- Posisikan meja pasien pada posisi tengah area penembakan (0 remte meja)
- Turunkan tekanan membran pada pasien
- Atur therapy source pada posisi yang tepat sesuai dengan indikasi target penembakan
- Pastikan posisi pasien dalam kondisi yang nyaman dan stabil, badan pasien (lokasi penembakan) menempel pada therapy source.
- Geser therapy head ke posisi fluoroskopi
- Lakukan fluoroskopi pada posisi AP
- Pasien dalam posisi horizontal selama fluoroskopi AP, geser target penembakan ke posisi tanda silang di gambar X-Ray
- Putar X-ray C-arm pada posisi 30°. Pastikan tidak ada benda yang menghalangi, kemudian lakukan fluoroskopi pada posisi 30°
- Gerakkan meja pasien ke arah vertikal untuk menempatkan target penembakan pada posisi tanda silang pada gambar X-ray
- Gerakkan X-ray C-arm pada posisi AP dan 30° sambil lakukan fluoroskopi serta pastikan target penembakkan tepat di tengah tanda silang pada gambar X-ray
- Oleskan jelly pada therapy source dan pastikan tidak ada gelembung udara
- Geser therapy source pada posisi penembakan.
- Kembungkan membran pada pasien sampai menepel sempurna pada badan pasien.
- Hindari penggunaan X-ray berlebihan dan amati dengan USG selama penembakkan.
- Selama penembakan mundurkan posisi probe USG sejauh mungkin, untuk mengurangi penyerapan energi gelombang kejut (shock wave) pada dudukan probe USG.
- Bila gambar USG kurang baik, tambahkan jelly ultrasound dan kembungkan sampai membran menempel dengan sempurna pada pasien.
Catatan : Tindakan penembakan boleh dilakukan apabila target penembakan tepat berada di tangah tengah tanda silang pada gambar X-ray atau USG. Penembakan hanya boleh dilakukan apabila objek telah dievaluasi secara seksama untuk menghindari efek yang bisa membahayakan pasien.
Mulai Penembakan
- Turunkan energi penembakan pada posisi nol (zero power) sebelum penembakan dimulai
- Lakukan penembakan dengan kekuatan energi paling rendah dan naikkan
- perlahan sambil memperhatikan reaksi pasien.
- Pilih frekuensi penembakan 1 Hz atau 2 Hz
- Tekan tombol penembakan pada remote control
- Hentikan penembakan bila pasien bergerak dan target penembakan keluar dari titik fokus pengamatan pada gambar USG atau X-ray
- Bila batu cukup besar, lakukan penembakan pada beberapa titik berbeda.
Akhir proses penembakan
- Hentikan penembakan dengan melepas tombol penembakan pada
- remote control
- Kempeskan membran dengan cara menekan tombol untuk menurunkan tekanan membran pasien pada papan kontrol
- Geser pasien menjauhi therapy source
- Pasien turun dari meja
- Bersihkan jelly USG pada therapy source dengan kain lap
- Matikan mesin dengan menekan tombol ON/OFF pada masing masing unit.
Hal – hal penting yang harus diperhatikan
- Jangan melakukan penembakan pasien melebihi 4000 tembakan dalam satu sesi.
- Bersihkan peralatan (meja dan penutupnya) dengan bahan desinfektan yang direkomendasikan.
- Jangan lakukan penembakan ESWL pada organ yang mengandung udara (paru dan lainnya)
- Pasang ECG monitor pada pasien yang mengunakan pacemaker.
- Bila terjadi kebocoran pada membran penembak, segera matikan mesin ganti dengan membran yang baru
- Bersihkan permukaan membran penembak dengan desinfektan, dan gunakan jelly USG yang telah direkomendasikan sebelum penembakan .
- Pastikan target tembak tepat pada posisi target yang tampak pada X-ray dan USG
- Hindari adanya gelembung udara antara membran dan badan pasien. Posisikan therapy source terbebas dari penghalang, seperti udara dan tulang yang dapat mengurangi efektivitas propagasi gelombang kejut